Menjadikan Salat sebagai Kunci Kesuksesan Dunia dan Akhirat


Menjadikan Salat sebagai Kunci Kesuksesan Dunia dan Akhirat

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
SMA Negeri 14 Semarang, 20 Januari 2026

SMA Negeri 14 Semarang kembali meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual dan karakter peserta didik. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di lingkungan SMA Negeri 14 Semarang. Kegiatan ini menghadirkan pembicara Bapak Mochamad Soleh, S.Pd., dengan tema besar “Jadikan Salat sebagai Kunci Kesuksesan Dunia dan Akhirat.”

Peringatan Isra Mi’raj merupakan momen penting bagi umat Islam untuk kembali merefleksikan peristiwa agung perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga naik ke Sidratul Muntaha. Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga tonggak sejarah ditetapkannya perintah salat lima waktu. Oleh karena itu, peringatan Isra Mi’raj di lingkungan sekolah menjadi sarana strategis untuk menanamkan pemahaman bahwa salat memiliki kedudukan sentral dalam kehidupan seorang muslim, termasuk dalam dunia pendidikan.

Kegiatan peringatan Isra Mi’raj di SMA Negeri 14 Semarang diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik dari berbagai jenjang kelas. Acara berlangsung dengan khidmat dan tertib, mencerminkan antusiasme serta kesadaran bersama akan pentingnya nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius dan menenangkan. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut seolah mengajak seluruh hadirin untuk membuka hati dan pikiran, bersiap menerima hikmah dari peringatan Isra Mi’raj. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan pihak sekolah yang menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian integral dari pembentukan karakter peserta didik.

Dalam tausiyahnya, Bapak Mochamad Soleh, S.Pd. menyampaikan bahwa Isra Mi’raj mengajarkan umat Islam tentang pentingnya ketaatan, disiplin, dan konsistensi dalam menjalankan perintah Allah SWT, khususnya salat. Menurut beliau, salat bukan hanya kewajiban ritual, melainkan juga sarana pembentukan kepribadian dan pengendalian diri.

“Salat adalah tiang agama. Jika salatnya baik, maka insyaallah aspek kehidupan lainnya akan ikut baik.”

Dalam konteks pendidikan, salat mengajarkan kedisiplinan waktu, tanggung jawab, dan fokus. Peserta didik yang terbiasa menjaga salat lima waktu akan terlatih untuk menghargai waktu, mengatur prioritas, serta memiliki ketenangan batin dalam menghadapi berbagai tantangan belajar.

Bapak Mochamad Soleh, S.Pd. juga menekankan bahwa salat memiliki kekuatan luar biasa dalam memberikan ketenangan jiwa. Di tengah tekanan akademik, tuntutan prestasi, dan dinamika pergaulan remaja, salat menjadi ruang jeda yang menenangkan dan menguatkan.

“Ketika kita merasa lelah, gelisah, atau bingung, salat adalah tempat kita kembali. Dari sanalah Allah SWT memberikan ketenangan dan jalan keluar.”

Pesan ini relevan dengan kondisi peserta didik masa kini yang sering dihadapkan pada berbagai distraksi, baik dari teknologi maupun lingkungan sosial. Salat, jika dilaksanakan dengan khusyuk, mampu menjadi benteng moral dan spiritual yang menjaga generasi muda dari perilaku negatif.

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam tausiyah tersebut adalah pentingnya menanamkan kesadaran salat sejak dini. Kebiasaan baik yang dibangun pada masa remaja akan menjadi karakter yang melekat hingga dewasa.

Peserta didik diajak untuk memahami bahwa prestasi akademik dan nonakademik akan lebih bermakna jika dibarengi dengan akhlak yang baik dan ketaatan beribadah. Inilah makna kesuksesan sejati yang mencakup kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat.

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 14 Semarang pada 20 Januari 2026 menjadi pengingat bahwa salat merupakan fondasi utama dalam membangun kesuksesan hidup. Semangat Isra Mi’raj ini diharapkan terus hidup dan tercermin dalam sikap, perilaku, serta prestasi seluruh warga sekolah.

Penulis:
Andria Nensy Wijayanti, S.Pd.
Staf Humas SMA Negeri 14 Semarang

Editor:
Yuli Agus Setyawan, S.Pd.
Staf Humas SMA Negeri 14 Semarang