SMA Negeri 14 Semarang






Prestasi Pencak Silat Bandung Bedas 2025 – SMA Negeri 14 Semarang

Semangat Juara: SMA Negeri 14 Semarang Raih Prestasi Membanggakan di Kejuaraan Pencak Silat Bandung Bedas 2025

Prestasi Pencak Silat Bandung Bedas 2025 – SMA Negeri 14 Semarang

Bandung, 4 Oktober 2025 — Suasana semangat juang memenuhi Gedung Olahraga Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Ratusan pesilat muda dari berbagai daerah di Indonesia beradu ketangkasan dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Bandung Bedas 2025, perhelatan bergengsi yang memperebutkan Piala Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Piala Tetap Bupati Bandung.

Salah satu kontingen yang tampil gemilang adalah tim Pencak Silat SMA Negeri 14 Semarang. Dalam kompetisi yang penuh adrenalin dan persaingan ketat, para atlet muda ini membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah menjadi kunci menuju kemenangan.

Kontingen SMA Negeri 14 Semarang tampil dengan sembilan pesilat muda berbakat yang berjuang di berbagai kelas remaja. Mereka tampil dengan kepercayaan diri tinggi, menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai provinsi. Hasilnya luar biasa — seluruh atlet berhasil menyumbangkan medali untuk sekolah.

Berikut daftar peraih prestasi dari SMA Negeri 14 Semarang dalam Kejuaraan Pencak Silat Bandung Bedas 2025:

  • Ericka Khenza Kevina – Juara 3 Kelas A Putri Remaja (XI-6)
  • Nurina Maulida Ulya – Juara 1 Kelas B Putri Remaja (X-6)
  • Kirana Marine Ramailla Zalfa – Juara 1 Kelas B Putri Remaja (XI-7)
  • Risal Firmansah – Juara 2 Kelas C Putra Remaja (XII-3)
  • Rino Dwi Febriyanto – Juara 1 Kelas D Putra Remaja (XII-3)
  • Ahmad Zulfikar – Juara 2 Kelas D Putra Remaja (XII-5)
  • Adinda Chika Kusherawati – Juara 2 Kelas D Putri Remaja (XII-3)
  • Reva Oktavia Tiavani – Juara 3 Kelas F Putri Remaja (XI-8)
  • Rangga Putra Imansah – Juara 3 Kelas J Putra Remaja (XII-3)

Dari sembilan peserta, tiga meraih juara pertama, tiga menyabet juara kedua, dan tiga lainnya membawa pulang juara ketiga. Capaian ini menunjukkan kekuatan latihan yang konsisten dan kesiapan mental yang tangguh.

Kejuaraan Bandung Bedas 2025 menjadi ajang pembuktian teknik dan pengendalian diri. Para pesilat SMA Negeri 14 Semarang tampil disiplin dan fokus di setiap pertandingan. Di balik setiap sabetan tangan, tendangan cepat, dan langkah gesit, tersimpan dedikasi latihan yang dilakukan berbulan-bulan dengan penuh semangat.

Para atlet tak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga ketenangan dan strategi. Mereka harus mampu membaca pola lawan, mengatur ritme serangan, dan menjaga ketahanan tubuh hingga babak akhir. Kedisiplinan yang terbangun dari latihan harian menjadi bekal utama dalam menghadapi setiap lawan di gelanggang.

Salah satu peraih juara pertama, Nurina Maulida Ulya dari kelas X-6, mengaku sempat gugup di awal pertandingan. Namun, dukungan dari pelatih dan rekan-rekan satu tim membuatnya kembali fokus dan percaya diri. Ia menyebut kemenangan ini sebagai buah dari semangat bersama dan rasa cinta terhadap olahraga bela diri warisan bangsa.

Sementara itu, Rino Dwi Febriyanto dari kelas XII-3 menuturkan bahwa perjuangan menuju podium juara bukan hal yang mudah. Ia bersama rekan-rekannya menjalani latihan rutin hampir setiap sore, bahkan di tengah padatnya jadwal belajar. Menurutnya, kunci keberhasilan adalah konsistensi dan saling mendukung antarsesama anggota tim.

“Capek pasti, tapi setiap kali merasa lelah, kami ingat bahwa kami membawa nama sekolah. Itu yang membuat kami terus berjuang,” ujar Rino dengan penuh semangat usai pertandingan final.

Keberhasilan tim pencak silat ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah. Fasilitas latihan, motivasi guru, serta pembinaan karakter menjadi bagian penting yang mendukung kesuksesan para atlet muda ini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Marza Aditya, S.Pd., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para siswa. Menurutnya, kemenangan ini bukan hanya tentang prestasi olahraga, tetapi juga tentang nilai-nilai karakter yang tertanam melalui proses latihan.

“Prestasi ini adalah hasil kerja keras para siswa, pelatih, dan dukungan seluruh keluarga besar SMA Negeri 14 Semarang. Kami bangga karena mereka tidak hanya menjadi juara di arena, tetapi juga menunjukkan sportivitas dan sikap pantang menyerah. Itulah nilai yang ingin kami tanamkan kepada seluruh peserta didik,” ungkap Marza.

Ia menambahkan, sekolah berkomitmen terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi baik akademik maupun non-akademik, termasuk olahraga, seni, dan budaya.

Bagi para siswa, kemenangan ini lebih dari sekadar medali. Mereka belajar menghargai proses, memahami arti kerja sama, dan menumbuhkan kepercayaan diri. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

Peraih juara pertama lainnya, Kirana Marine Ramailla Zalfa dari kelas XI-7, menuturkan bahwa pencak silat mengajarkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan ketenangan jiwa. Ia berharap lebih banyak siswa SMA Negeri 14 Semarang yang tertarik bergabung dan menjadikan olahraga ini sebagai wadah pengembangan karakter.

Kepulangan tim pencak silat ke Semarang disambut penuh bangga oleh guru dan siswa di lingkungan sekolah. Dengan raihan tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu, kontingen SMA Negeri 14 Semarang berhasil mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional. Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat juang dan kebersamaan dapat membawa hasil luar biasa.

Lebih dari itu, keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berusaha dan percaya pada kemampuan diri. Setiap keringat yang jatuh di gelanggang menjadi simbol perjuangan dan dedikasi yang tak ternilai.

Setelah kejuaraan ini, para atlet berencana terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Mereka menargetkan tampil di kejuaraan provinsi dan nasional berikutnya. SMA Negeri 14 Semarang sendiri bertekad terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkembang, baik dalam prestasi akademik maupun non-akademik.

Semangat “Bandung Bedas” kini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SMA Negeri 14 Semarang — semangat berani, disiplin, dan sportif. Dari arena pertandingan hingga ruang kelas, nilai-nilai itu akan terus hidup dan menjadi bagian dari karakter peserta didik.

Dengan torehan prestasi ini, para pesilat muda SMA Negeri 14 Semarang telah menulis babak baru dalam sejarah sekolah. Mereka membuktikan bahwa dari kerja keras, kebersamaan, dan tekad yang kuat, lahirlah juara sejati yang membawa nama baik sekolah, kota, dan bangsa.

Penulis: Andria Nency, S.Pd

Tanggal: 9 Oktober 2025

Tim: Humas SMA Negeri 14 Semarang

Penulis: Yuli Agus Setyawan, S.Pd

Tanggal: 9 Oktober 2025

Tim: Humas SMA Negeri 14 Semarang